Pada awalnya, Transfer Factor sudah ditemukan pada tahun 1949. Ilmuwan yang menemukannya bernama Dr. Sherwood Lawrence. Pada saat bersamaan penicilin sudah ditemukan, Dr. Sherwood Lawrance sedang meneliti pasien tuberkolosis (TBC). Saat itu dia menemukan bahwa sel darah putih pasien tuberkolosis yang sudah sehat dengan pasien tuberkolosis yang masih sakit berbeda. Ada molekul yang tidak dipunyai oleh pasien yang sakit. Dr. Lawrance akhirnya mencoba untuk memindahkan molekul tersebut kedalam tubuh pasien yang masih sakit. ternyata ketika dipindahkan secara berangsur-angsur pasien tersebut sembuh dari penyakit tuberkolosis. setelah diteliti ternyata molekul yang di pindahkan itu adalah informasi untuk mengatasi tuberkolosis. sehingga atas penemuan nya itu, beliau menamakannya “Transfer Factor”. Bersamaan dengan kehadiran penicilin, Transfer Factor pun menjadi salah satu pengobatan alternatif sistem imun dengan cara mengambil sel darah putih dari donor orang lain. Transfer Factor pun berkembang ke negara maju seperti Eropa, Cina, dll. Namun, dengan memindahkan / transfer darah dari satu individu ke individu lain membutuhkan biaya besar. Ada beberapa kendala seperti kesediaan donor, kesesuaian golongan darah, serta alatyang digunakan susah karena minimnya teknologi. Seiring perjalanan penelitian, ternyata Transfer Factor berpindah dari 1 individu ke individu lain dengan melalui awal air susu ibu. Karena para peneliti tidak mungkin mengambil dari para ibu yang sedang memproduksi ASI untuk diberikan ke orang lain, maka mereka mencari Transfer Faktor dari sumber lain. Ternyata, Transfer Factor terkandung juga di susu hewan ternak dan kuning telur karena para induk harus memberikan informasi pengalaman mereka melawan penyakit selama hidupnya dan diberikan ke anaknya agar anaknya tidak mudah sakit ketika terlahir di dunia. Dengan cara itu para binatang itu memberikan informasi kepada anak mereka. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata, Transfer Factor yang ada di hewan dan manusia mempunyai jenis yang sama dan bisa dipindahkan dari 1 individu ke individu lain. Dengan begitu kita dapat mengonsumsi Transfer Factor lagi setelah sekian lama tidak kita konsumsi pertama kali dari ibu kita.
Transfer Factor ≠ Kolostrum (IgG)
Berbeda dengan kolostrum (susu awal ternak) yang kandungan terbesarnya adalah Ig, Transfer Factor adalah molekul yang terkecil dari kolostrum tersebut. sekitar 1% dari setiap kolostrum karena banyak kandungan di kolostrum tersebut seperti lemak, protein, dll. namun sebernarnya Ig / immunoglobin (antibodi hewan) itu hanya untuk hewan tersebut saja. dengan kata lain Ig untuk sapi/IgG hanya cocok dikonsumsi untuk anak sapi saja. Bisa dikonsumsi oleh manusia tetapi akan menimbulkan efek alergi untuk beberapa orang atau ketidakcocokan. sedangkan Transfer Factor bisa dipindahkan dari 1 manusia/hewan ke manusia/hewan lainnya tanpa efek samping. Sifatnya yang mirip dengan antivirus komputer sangat ampuh melawan berbagai macam sumber penyakit dan dinamis / mengikuti perkembangan cara melawan sumber penyakit yang semakin lama semakin ganas dan bermutasi.
KEUNIKAN TRANSFER FACTOR
- BUKAN OBAT, HERBAL, STEROID, KOLOSTRUM, HORMON, CELL FOOD, MINERAL, dan MAGNET. Tetapi KARUNIA TUHAN
- Tertinggi dalam meningkatkan sistem imun sebesar 437%
- Zero toxicity (tidak ada racun) dan tanpa polusi
- Halal(sertifikat IFANCA)
- Mempunyai sertifikat anti-doping. Produk yang bisa meningkatkan energi tanpa steriod
- Made in USA
- High technology dengan nano technology
- Standar Rumah Sakit yang dipakai wajib di seluruh rumah sakit dan klinik di Rusia( Rusian Academic Medical Science / RAMS)
- Good Manufacturing Practice / GMP (standar yang digunakan di Amerika. Kalau di Indonesia dikenal dengan ISO)
- GRAS (Generally Recognized As Safe)
- Physicians Desk Refference / PDR (buku rujukan non-obat bagi para dokter di Amerika)
- Satu-satunya produk dengan menenangkan sistem imun (immuno suppresor)
- Rantai asam amino yang tertinggi di seluruh dunia dengan 44 rantai. Sangat bagus bagi regenerasi sel yang rusak
- Meningkatkan immunoglobin A sebesar 73%
- Tidak terbatas dari segi usia dan kelamin
- Dapat dipakai oleh hewan
- Bersifat detoxifikasi
- Sangat bagus untuk penyakit metabolik / komplikasi
- Anti-Aging (peremajaan sel dan menghambat penuaan)
- Meningkatkan kecerdasan anak
- Anti-inflamasi (menyembuhkan pembengkakan di daerah tubuh manapun)
- Dapat dikonsumsi dengan obat dokter
- Bebas dosis
- Tidak didapat dari asupan makanan sehari-hari
- 300mg Transfer Factor = 75-100 liter kolostrum dan kuning telur
- Dinamis seperti anti-virus yang semakin lama semakin bagus produknya. Bebeda dengan herbal atau produk lain yang kualitasnya semakin menurun karena polusi
- Nyaman dikonsumsi karena berbagai macam bentuk (kapsul, tablet hisap, cair, gel)
- Produk yang sedang tren dan unggul dalam sistem imun