Sabtu, 26 Maret 2011

Transfer Factor Molekul Ajaib

TAHUKAH ANDA BAHWA 90% PENYEBAB PENYAKIT YANG ADA DIDALAM TUBUH MANUSIA DISEBABKAN OLEH SISTEM DAYA TAHAN TUBUH YANG TIDAK BEKERJA DENGAN MAKSIMAL? DAN TAHUKAH ANDA BAHWA TIDAK ADA OBAT YANG LEBIH BAIK DARIPADA SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA ( IMMUNE SYSTEM ) ITU SENDIRI?

BACALAH ARTIKEL DI BAWAH INI APABILA ANDA INGIN MEMAKSIMALKAN DAYA TAHAN TUBUH ANDA DAN ORANG-ORANG YANG ANDA SAYANGI...


Apakah anda salah satu orang yang mengalami kondisi seperti stress, kurang olahraga, kurang tidur, gampang sakit, dan menghirup udara polusi perkotaan? Semua itu adalah kondisi-kondisi yang sering kita jumpai dalam hidup kita. Karena radikal bebas yang begitu hebat, kualitas kesehatan dan kehidupan kita akan selalu terancam, oleh karena itu kita perlu waspada setiap saat akan kesehatan kita dan orang-orang  yang kita cintai. Bagaimana cara menghadapi semua kondisi seperti stress, kurang olahraga, kurang tidur, gampang sakit, dan lain-lainnya yang mengancam kesehatan kita? Tentu saja dengan kuatnya daya tahan tubuh maka seseorang akan bisa menghadapi semua kondisi tersebut. Dengan memaksimalkan daya tahan tubuh seseorang tidak mudah terserang penyakit. Lalu bagaimana caranya memperkuat SISTEM DAYA TAHAN TUBUH kita?


TEMUKAN JAWABANNYA PADA TRANSFER FACTOR

APA ITU TRANSFER FACTOR ?
Transfer Factor  bukan obat, vitamin, mineral, jamu. Transfer Factor adalah Molekul pengirim pesan, yang mengajarkan sel-sel kekebalan tubuh akan apa yang mereka harus lakukan pada tubuh manusia. Molekul pembawa Transfer Factor dapat ditemukan di dalam tubuh mamalia dan unggas.  Pada manusia, Transfer factor didapat dari air susu awal  ibu diwaktu menyusui bayinya (3 hari pertama Transfer Factor yg terkandung paling banyak). 4Life Transfer Factor di ekstrak dari kolostrum sapi dan kuning telur ayam. Kolostrum sapi, berisi banyak bangunan kekebalan blok (salah satunya adalah IgG = sel kekebalan tubuh sapi), tetapi sebagian besar (IgG) tidak dapat begitu saja ditransfer dari sapi ke manusia. Tetapi   4Life Transfer Factor  mempunyai tekhnologi khusus, sehingga kita mendapatkan Transfer Factor yang terkonsentrasi kebaikan dan tidak ada yang tidak bisa dimanfaatkan atau diterima oleh tubuh kita.


MANFAAT TRANSFER FACTOR
  • Mendukung sistem kekebalan dengan kemampuan untuk mengingat invasi masa lalu, yang memungkinkan tubuh Anda lebih cepat merespon ancaman kesehatan  serupa.
  • Mendidik sel-sel kekebalan yang sekarang  berpotensi membahayakan tubuh Anda dan bersama-sama bertindak/bekerja.
  • Meningkatkan respon imun dan menyeimbangankan dengan menekan sistem kekebalan tubuh yang overaktif .
  • Nano Factor ekstrak adalah paten dari 4Life untuk meningkatkan nanofractions. Ini membantu untuk memperbaiki fungsi sistem kekebalan tubuh sehingga sel-sel kekebalan tahu kapan harus bertindak, bagaimana harus bertindak, dan kapan harus beristirahat. (Sekarang yang terkandung dalam RioVida, Transfer Factor  Advanced dan Transfer Factor Plus)
  • Suatu pasukan terkuat di alam untuk mentransfer dan menjamin kesehatan yang baik, Transfer Factor  telah mengambil tempat di garis depan ilmu gizi. Secara sederhana, Transfer Factor adalah molekul kecil yang mentransfer informasi dari satu entitas yang lain, seperti antara ibu dan bayi yang disusui.
1 kapsul dari Transfer Factor (300mg) berpotensi mengenali lebih dari 200.000 jenis kuman, virus, jamur, parasit, bakteri, dan juga mengenali sel-sel buruk termasuk sel-sel tumor dan sel-sel kanker. Kekuatan dari 1 kapsul Transfer Factor adalah setara dengan 75-100 kapsul kolostrum di dalamnya kemampuan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh kita.
  •  Transfer Factor datang kepada kita setelah 50 tahun penelitian oleh para ilmuwan dari lebih 60 negara di dunia.Transfer Factor telah dipelajari oleh para ilmuwan dari lebih dari 60 negara di seluruh dunia.
  • Diperkirakan US 40 juta dollar lebih telah dikeluarkan untuk penelitian ini.
  • Lebih dari 4.000 lebih catatan penelitian ilmiah dan laporan medis telah ditulis, mengesahkan efektivitas dan keajaiban Transfer Factor.
  • Transfer Factor digolongkan dalam golongan sperti, susu,telor, gandum, beras, dan sejenisnya.
  • Transfer Factor telah ditemukan memiliki toksisitas nol dan aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak dan orang tua. Transfer Factor telah diuji dengan pengonsumsian dosis tinggi mencapai 2.000 kali, tanpa menghasilkan efek samping ataupun  beracun. Hal ini dapat dengan aman dikonsumsi bersama dengan obat lain.
  • 4Life Research adalah “PEMIMPIN” dalam revolusi sistem kekebalan tubuh. Ekstraksi dan teknologi manufaktur Transfer Factor dari sumber sapi dan unggas telah dipatenkan oleh 4Life Research. Ini adalah produk yang unik yang tidak ada satu pun persaing di pasar dunia.
  • 4Life telah menciptakan sejarah dengan memiliki Transfer Factor , yang dimana merupakan suplemen makanan PERTAMA disetujui dan di sahkan untuk digunakan di rumah sakit dan klinik di seluruh Rusia. Persetujuan ini berasal dari Russian Academy of Medical Sciences (Departemen Kesehatan) pada tahun 2004 setelah melakukan berbagai studi klinis pada 4Life’s Transfer Factor bersama dengan para ilmuwan-ilmuwan lain.
Transfer Factor dapat digunakan untuk penyakit yang disebabkan oleh LEMAHNYA SISTEM IMUN dan penyakit yang disebabkan SISTEM IMUN YANG TERLALU AKTIF/TIDAK NORMAL (Autoimmune Disease), diantaranya : Asma, Lupus, Kanker, Autoimun, Alergi, Alzheimer, Ambeien, Arthritis, Asam Urat, Autisme, Batuk, Bronchitis, Ginjal , Campak, Kista, Darah Rendah, Hipertensi, Demam Berdarah, Demam / Flu, Diabetes Tipe 1 & Diabetes Tipe 2 (gangguan pada pankreas), Eksim, Flu Burung, Hepatitis, Herpes, Hiv Aids, Infeksi Lever, Infeksi Mata, Infeksi Paru-paru, Infeksi Usus, Infeksi Virus, Jerawat, Kanker/Tumor, Leukimia, Lupus, Maag (gangguan metabolisme), Menopause, Migraine, Multiple Sclerosis, Myom, Neurogical Disease, Nyeri Badan /Otot, Obesitas/Kegemukan, Parastic Disease, Parkinson, Jantung Koroner, Prostat,Masalah Reproduksi, Psoriasis, Rematik, Sakit Kulit, SARS, Sinusitis , Step, Stroke, Tbc, Thyroid, Varises, Vertigo, Penyakit Kelamin, Kolesterol, membersihkan dan melancarkan peredaran darah dan sangat baik untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak

“BUKAN TRANSFER FACTOR YANG MENGALAHKAN PENYAKITNYA, TETAPI SISTEM IMUN KITA SENDIRI YANG AKAN MELAWAN PENYAKIT DENGAN BANTUAN DARI TRANSFER FACTOR”

KEUNGGULAN PRODUK TRANSFER FACTOR DIBANDINGKAN DENGAN PRODUK LAIN ADALAH

Dalam fungsi peningkatan Daya Imun untuk MENCEGAH PENYAKIT dan MEMPERCEPAT PROSES PENYEMBUHAN TRANSFER FACTOR adalah :
  •  8 Kali Lebih Efektif dari LINGZHI / GANO 
  • 10 Kali Lebih Efektif dari ECHINACEA
  • 15 Kali Lebih Efektif dari CORDYCEPS
  • 19 Kali Lebih Efektif dari KOLOSTRUM / IgG
  • 29 Kali Lebih Efektif dari NONI & ALOEVERA
  • 30 Kali Lebih Efektif dari GINSENG, SPIRULINA, ROYAL JELLY, CHLORELLA, ALFALFA, GREEN TEA, WHEAT GRASS, GINKGO, CHLOROPHYL, GOTU KOLA, BEE PROPOLIS, GRAPE SEED, MACA, dll
 
 PANDANGAN PAKAR SAINS & KEDOKTERAN TENTANG TRANSFER FACTOR

 Dr. Darryl See, M.D mengatakan "Belum pernah di temukan sejenis herbal, produk suplemen kesehatan, atau obat-obatan yang mempunyai kekuatan dalam merangsang dan meningkatkan daya imun seperti Transfer Factor!"

Penelitian Dr. See pada 20 orang pernderita penyakit kanker stadium 4 yang hanya mempunyai "3,7 Bulan untuk hidup" setelah 6 bulan, 16 orang dari 20 pasien masih bertahan.




David  Markowitz, M.D  “Sekarang saya telah menyelesaikan studi perbandingan terhadap anak-anak di tempat praktek kami antara yang menggunakan dan yang tidak menggunakan Transfer Factor,  dalam periode yang sama.  87 anak,  usia 8  bulan s/d 9 tahun,  menggunakan Transfer Factor.  Kami menemukan 74% anak lebih jarang sakit dan 84 % berkurang dalam penggunakan antibiotic.  Dari sekitar 250 pasien anak dalam sebulan yang menggunakan 4Life Transfer Factor,  hanya satu yang kembali menggunakan antibiotics dan itu pun setelah 2-1/2 bulan.  Dengan tidak adanya efek samping,  suplemen imun dengan TF atau TF Plus menghasilkan perbaikan total pada tingkat kesembuhan pasien anak di klinik kami,  dengan lebih dari 600 pasien usia bayi s/d 18 tahun menunjukan 75% lebih jarang sakit dan lebih dari 80% berkurang dalam penggunaan antibiotic dibanding yang tidak menggunakan TF. Anak-anak dengan penyakit serius juga menunjukan perbaikan kualitas hidup dan lebih sehat kala sistem imun mereka dibantu oleh Transfer Factor.  Riwayat luar biasa dari kesuksesan memperbaiki kesehatan melalui suplemen pada praktek saya,  dan mengetahui efek potensial Transfer Factor pada manusia secara keseluruhan,  membuat saya meninggalkan dunia pediatric untuk membagi informasi pengetahuan luar biasa ini kepada orang lain sebanyak mungkin. 
David M. Markowitz is an M.D. trained in General Pediatrics and Pediatric Cancer.  He left a full-time medical practice after 29 years to share a vision of a healthier world,  and to reach about the importance of a strong and healthy immune system and its impact on your community and your world.


Pada studi pemetaan,  Dr. H. Hugh Fudenberg, M.D. menemukan bahwa dari 22 anak penderita autis,  21  anak menunjukan kemajuan yang signifikan dan 10 anak menuju kesembuhan dan berprestasi di sekolah setelah perawatan dengan transfer factor.  Setelah perawatan dihentikan beberapa anak menunjukan kemunduran,  namun bukanlah kembali ke kondisi awal mereka sebelumnya.  Dr. Fudenberg menggunakan Transfer Factor dalam berbahan dasar limfosit pada perawatannya,  karena hasil ini diperoleh dengan protocol perawatan yang sama,  mereka tidak menggunakan bahan dasar kolostrum.  Recent Publications Authored by Dr.H.Hugh Fudenberg, M.D. (Note: Dr. Fudenberg menggunakan Transfer Factor Classic Formula” bukan “Advance” or “Plus” Formulas).

Testimonial Para Pengguna Transfer Factor
 

Anak saya yang berumur 6, mengidap penyakit Ulcerative Colitis / Corhn's Disease sejak dia dilahirkan. Dokter mengatakan bahwa tidak obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut. Setelah 10 hari menggunakan Transfer Factor Adv dan Transfer Factor Riovida, kulitnya sudah mulai pulih. Dan setelah sebulan, penyakitnya telah dapat diatasi. -Abdul Malik, Singapura 



Ny. Hjh. Zawiyah, menghidap diabetes/kencing manis. Pada bulan Jun 2007 mendapat luka di kaki akibat terjatuh ketika menunaikan ibadah umroh. Pulang ke Malaysia beliau dimasukkan ke Rumah sakit. Setelah menerima perawatan, luka justru semakin membesar karena infeksi (diabetic foot). Untuk menyelamatkan nyawa, doktor menyarankan supaya kaki dipotong. Beliau mengkonsumsi TF Adv 6 kapsul sehari dan menabur luka dengan TF RenewAll 2 kali sehari. Tidak sampai 2 minggu daging merah telah tumbuh, dan sembuh sepenuhnya dalam masa 5 bulan. Alhamdulillah.


Hj. Muhamad Lagis, Juli 2008 telah disahkan mengidap ‘Three vessel disease’ (penyempitan tiga arteri koroner jantung) dan kolestrol tinggi. Sebelumnya saya selalu sesak nafas. Doktor pakar di IJN menasihatkan supaya beliau menjalani pembedahan ‘Ballon stenting’ atau ‘Coronary bypass’ yang menelan biaya Rp 168 Juta. Setelah diperkenalkan dengan TF Cardio dan minum mengikuti dosis biasa. Allhamdulillah dalam waktu 2 minggu secara berangsur kesehatan bertambah baik, tidak lagi sesak nafas dan dapat menjalankan aktivitas harian seperti biasa. deteksi awal ada ‘angiogram’ mendapati masalah kesumbatan pada jantung telah sembuh dan test darah menunjukkan tidak ada lagi masalah kolestrol.





Dr. Nurulakmam, MD. UKM :
4Life Transfer Factor terbukti dalam meningkatkan kualitas hidup penyakit kronis saya. Ia juga terbukti meningkatkan IQ secara  drastis sehingga anak-anak yang buta huruf mampu menjadi pelajar cemerlang. Setiap uang yang anda gunakan untuk transfer factor tiada tandingannya dengan kualitas hidup yang anda nikmati setelah menggunakannya.





Ronald, 28 tahun, empat jarinya hancur akibat gerigi roda motor.  Akibat infeksi, dokter ingin mengamputasi jarinya .  Atas saran dr. Eduard, Ronald menelan 6 kapsul Transfer Factor Plus serta menaburkan 2 kapsul pada lukanya.
3 hari kemudian, karena tidak menemukan tanda-tanda infeksi pada jarinya, dokter membuat keputusan tidak perlu memotong jarinya. Dalam waktu 6 minggu, keadaan jari-jarinya hampir pulih & kulitnya juga pulih sempurna.  Alhamdulillah!

 Mary Anne, umur 45, menderita kencing manis & menelan 500mg Glucophage.  Dia mula menelan 8 Transfer Factor sehari dan menaburkan 2 kapsul terus keatas luka kakinya, untuk seminggu.  Selepas itu, dia menelan 6 kapsul TF & menaburkan 2 kapsul ke atas lukanya.  Dia mendapat hasil yang sangat menggembirakan , dalam jangka waktu kurang dari 4 minggu, sejak  menggunakan Transfer Factor.


 Transfer Factor Juga Memiliki Sertifikasi Seperti


Hak Patent Di Amerika



Sertifikasi Halal Malaysia

Sertifikasi Halal Amerika

Sertifikasi Anti Doping Rusia

Rekomendasi Kementerian Rusia

PDR Amerika

Izin BPOM Republik Indonesia

Daftar produk Transfer factor

Transfer Factor Advance Tri-Factor Formula

Rp. 670.000
35 LP
Buy 10 Free 2

Manfaatnya :
  • Mampu meningkatkan daya tahan tubuh hingga 283 %.
  • Berfungsi menenangkan  sistem imun, cocok untuk pasien autoimun ,  contoh : asam urat, rematik, arthritis, asthma, sinusitis, alergi, penyakit kulit, lupus, diabetes tipe 1
  • Bubuk boleh di taburkan diatas luka lama, seperti luka gangren pada diabetes atau pada luka baru
  • Untuk kecantikan, bisa di gunakan sebagai masker, di campur dengan tf renewall untuk hasil yang lebih baik.
  • Sumber dari susu awal  sapi & inti kuning telur mengandung 300 mg molekul transfer factor.

Transfer Factor Advance Plus Tri-Factor Formula


Rp. 895.000
50 LP
Buy 10 Free 2

Manfaatnya :
  • Meningkatkan daya tahan tubuh / stamina hingga 437 %
  • Baik di konsumsi untuk pasien kanker [ kecuali kanker darah/leukimia ] atau penyakit yang di sebapkan oleh virus, bakteri, parasit dll
  • Mengandung 100 mg molekul transfer factor + bahan-bahan tambahan seperti :  ip6, jamur shitake, maitake, cordyceps, beta glucan




Transfer Factor Chewable Tri-Factor Formula


Rp. 695.000
35 LP


Manfaatnya :
  • Mampu meningkatkan daya tahan tubuh hingga 283 %.
  • Cocok di konsumsi untuk anak-anak, tf chewable mengandung rasa sitrus yang nikmat
  • Berfungsi menenangkan  sistem imun
  • Sumber dari susu awal  sapi & inti kuning telur mengandung 200 mg molekul transfer factor.





Transfer Factor Riovida Cair


Rp. 0
35 LP


Manfaatnya :
  • Meningkatkan daya tahan tubuh / stamina hingga 283 %.
  • Riovida merupakan gabungan transfer factor & jus buah-buahan yang kaya dengan anti oksidan seperti acai berry, bluberry, buah delima & anggur  ungu.
  • Baik di konsumsi untuk pasien kanker atau penyakit yang di sebapkan oleh virus, bakteri, parasit 
  • Mengandung 600 mg molekul transfer factor




Transfer Factor GluCoach



Rp. 825.000
46 LP
Buy 11 Free 1


Manfaatnya :
  • Sesuai untuk diabetes tipe 1 & 2
  • Membasmi kuman yang menyerang pankreas
  • Menyeimbangkan kadar gula darah
  • Mengolah sel-sel imun agar meningkatkan khasit dari Transfer Factor untuk membantu Proses Metabolisme dan sistim kelenjar Endokrin secara langsung dan juga menstabilkan reaksi Inflammatory.
  • Mengandung Mineral, Ekstrak Herbal, dan Nutrisi Nabati yang berfungsi untuk membantu atau menjaga produksi hormon, Kadar Glukosa dan menyehatkan Pankreas.
  • Sebagai anti oksidan

Transfer Factor Cardio

Rp. 825.000
46 LP
Buy 11 Free 1


Manfaatnya :
  • Mengandung Transfer Factor (molekul kecil penghantar yang mengadung sel imun yang berfungsi untuk menyehatkan jantung dan menunjang fungsi-fungsi jantung dan urat-urat darah
  • Menyeimbangkan tekanan dara, tingkat kolesterol, tingkat homocysteine (asam amino) dan tingkat inflamasi.
  • Mengandung campuran Proprietary Blend yang terdiri dari Koenzim Q-10, Ginko Biloba, Garlic (bawang putih), Ekstrak Ragi Beras Merah dan Ginger Oil (minyak jahe)
  • Membasmi kuman & virus yang menyerang pembuluh darah jantung
  • Membersihkan pembuluh darah jantung & memperlancar pembuluh darah
  • Sebagai anti oksidan


Transfer Factor Male Pro


Rp. 755.000
38 LP


Manfaatnya :
  • Mengandung Transfer Factor yang telah diformulasikan untuk membantu pertumbuhan sel dengan baik dan menstabilkan tingkat inflamasi.
  • Mengandung Saw Palmetto, Pygeum Africanum untuk pertumbuhan sel dengan baik
  • Untuk membantu kesehatan prostat pria
  • Membasmi kuman yang menyerang saluran kandung kemih
  • Sebagai anti oksidan


Transfer Factor Belle Vie


Rp. 765.000
40 LP


Manfaatnya :
  • Mengandung Transfer Factor yang telah diformulasikan untuk memperkuat respon dari sel-sel imun alami tubuh agar fungsi dan pertumbuhan sel bekerja dengan baik.
  • Mengandung campuran dari Antioksidan Herbal, Pitostrogen, Indole dan Kalsium D-Glukarat untuk menunjang proses Detoksifikasi normal tubuh.
  • Menyehatkan reproduksi wanita secara keseluruhan, termasuk Tingkat Inflamasi dan Antioksidan
  • Untuk kesehatan organ & reproduksi wanita secara menyeluruh
  • Produk  tf  tambahan untuk pasien kanker pada wanita / myom / kista
  • Sebagai anti oksidan


    Transfer Factor Glucoach dikupas dalam Majalah Trubus

    Majalah Trubus “Transfer Factor Lawan Tanding si Manis” Kisah Bapak Anton Gula, Darahnya  Kembali Normal

    Majalah Trubus 454 – September 2007/XXXVIII

    Dua tahun lalu Anton terkapar di kamar rumah sakit swasta di daerah Bintaro, Tangerang. Diginjalnya ditemukan kista berukuran 12mm. Diagnosis itu menyebabkan ia harus menjalani operasi. Sayang, operasi terhambat lantaran kandungan gula darah tinggi,  sampai 300mg/dl. Padahal, normalnya kandungan gula dalam darah berkisar 60 – 120mg/dl.

    Tingginya kadar gula dalam darah ayah 3 anak itu menyebabkan ia harus menjalani terapi insulin.   Pilihan terapi insulin dilakukan karena sebelumnya ia tidak ada riwayat diabetes.  Sehari sebelum menjalani operasi pengangkatan kista,  Anton harus menjalani terapi insulin.  Hampir tiap jam hormone insulin disuntikan ke tubuhnya.  “Saya lupa dosisnya berapa,” ujar Anton.  Selama hampir 24 jam gula darah dalam tubuhnya diperangi oleh insulin.  Itu dilakukan untuk menyeimbangkan kandungan gula dalam darah.  Keesokan harinya, gula darahnya sudah kembali normal: 120mg/dl dan operasi pun bisa dilakukan.

    Pertengahan 2007 kembali Anton mulai sering merasa lemas, haus, dan mengantuk.  Kuantitas buang air kecilpun semakin sering.  Hampir tiap jam ia bolak-balik ke kamar kecil.  “Tidur malam sering tidak nyenyak, karena sering haus,” ujar alumnus perhotelan ENHAII, Bandung itu.  Bahkan kalau sedang menyetir ke kantor di daerah Ciawi, Bogor, ia sering menghentikan kendaraan di bahu jalan, agar bisa tidur dulu.

    KEMBALI  NORMAL

    Dari hari ke hari kesehatan Anton semakin parah.  Sampai-sampai ia tidak bisa lagi melakukan aktifitas olah raga favoritnya, golf.  “Ini pasti gara-gara diabetes,” begitu pikir Anton.  Sadar akan kondisinya,  ia pun memeriksakan kadar gula darah di salah satu laboratorium di Bintaro.  Hasilnya sangat mengejutkan.  Kadar gula dalam darah mencapai 478mg/dl.  Merasa tidak yakin, Anton memutuskan memeriksa ulang kandungan gula darahnya ke Rumah Sakit Internasional Bintaro,  namun hasilnya tetap sama.

    Dokter yang memeriksa Anton sampai terkejut.  “Ini terlalu tinggi, bahaya.  Anda bisa terkena stroke,” kata Anton meniru ucapan dokter.  Dokter menyarankan agar Anton dirawat inap, tapi ditolak.  Akhirnya dokter membekali resep macam-macam obat-obat jantung, penurun gula darah, dan antistroke.  Lagi-lagi Anton tidak menuruti pengobatan dokter.  Resep yang diberikan dokter tidak segera ia tebus.  Ia malah menghubungi temannya seorang distributor transfer factor (TF).

    TRANSFER FACTOR GLUCOACH

    Sebelum ke dokter Anton memang sudah mengasup transfer factor sejak awal 2007.  Namun, Anton tidak pernah menceritakan hal itu pada dokter.  “Mungkin transfer factor itu yang menyebabkan kondisi saya tetap segar walaupun kadar gula darah menjulang,” pikir Anton.  Atas saran temannya Anton cukup mengkonsumsi transfer factor glucoach. TF Advance yang biasa ia konsumsi tidak dihentikan, tapi dosisnya dinaikan menjadi 3 tablet setiap pagi dan sore.  TF Glucoach diminum dengan dosis sehari 3 kali masing-masing 3 tablet.  Seminggu mengkonsumsi TF glucoach,  mantan awak kapal pesiar di Amerika Serikat itu kembali memeriksakan diri di laboratorium.  Hasilnya menggembirakan, kandungan gula darahnya turun ke level 378mg/dl, “Masih tinggi, jadi konsumsi dilanjutkan,” katanya.

    TRANSFER FACTOR ADVANCE

    Sepekan kemudian Anton kembali memeriksakan diri ke laboratorium yang sama.  Hasilnya sungguh mengejutkan, kandungan gula darah turun sampai level normal 122mg/dl.  Konsumsi TF glucoach dihentikan, karena bila dilanjutkan kandungan gula darah bisa terus turun.  Untuk menjaga kandungan gula darahnya tetap stabil Anton mengatur pola makan sehat.  Ia melakukan diet 2.000 kalori.  Untuk sarapan ia batasi karbohidrat sebanyak 100 gram. Siang hari karbohidrat sebanyak 200 gram dan lauknya pun dibatasi.

    “Yang paling penting, sebisa mungkin hindari minuman manis,  terutama yang menggunakan pemanis buatan,” ujarnya.  Hasilnya diusia yang kini menginjak setengah abad Anton tampak segar bugar.  Aktivitasnya sebagai manager di anak perusahaan Telkom pun bisa dijalani dengan baik.  Hobi jogging dan golf kini bisa kembali dijalani.  Agar tetap fit ia terus mengkonsumsi TF-Advance.  Penyakit-penyakit pun seakan menyingkir dari tubuhnya.

    Diabetes Melitus

    Diabetes Melitus terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.

    Penyebab diabetes cenderung diturunkan, bukan ditularkan. Anggota keluarga diabetes memiliki kemungkinan besar terserang penyakit ini dibanding dengan anggota keluarga yang tidak menderita diabetes. Selain itu, diabetes dapat disebabkan virus seperti rubela dan human coxsackievirus B4. “Sebenarnya diabetes dapat dikendalikan dengan antara lain kontrol gula darah secara teratur, makan dengan gizi seimbang dan terencana, tidak merokok, dan berolah raga secara teratur

    Penderita diabetes mellitus tipe I (diabetes yang tergantung kepada insulin) menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin.  Sebagian besar diabetes mellitus tipe I terjadi sebelum usia 30 tahun.

    Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (mungkin berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik.
    Pada diabetes tipe I, 90% sel penghasil insulin (sel beta) mengalami kerusakan permanen. Terjadi kekurangan insulin yang berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara teratur.

    Pada diabetes mellitus tipe II (diabetes yang tidak tergantung kepada insulin, NIDDM), pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Tetapi tubuh membentuk kekebalan terhadap efeknya, sehingga terjadi kekurangan insulin relatif.
    Diabetes tipe II bisa terjadi pada anak-anak dan dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah usia 30 tahun.
    Faktor resiko untuk diabetes tipe II adalah obesitas,/I>, 80-90% penderita mengalami obesitas. Diabetes tipe II juga cenderung diturunkan.

    Penyebab diabetes lainnya adalah:
    • Kadar kortikosteroid yang tinggi
    • Kehamilan (diabetes gestasional)
    • Obat-obatan
    • Racun yang mempengaruhi pembentukan atau efek dari insulin.
    Mengapa perlu mengkonsumsi 4Life Transfer Factor Glucoach ?
    1. 4Life Transfer Factor merupakan  suplemen kesehatan yang alami, molekul ini di ekstrak dari susu awal sapi & inti kuning telur berfungsi menyehatkan  sistem imun kita.
    2. Faktor utama untuk mendapatkan kesehatan yang optimal di mulai dari sistem imun yang sehat, produk ini fokus membantu sistem imun.
    3. Bahan-bahan yang terkandung didalamnya merupakan bahan pilihan yang di ekstrak dari tanaman obat herbal terbaik, di padukan dengan molekul pintar / ajaib “transfer factor”
    4. Mendukung fungsi pankreas yang sehat
    Produk 4Life Transfer Factor yang cocok di konsumsi oleh penderita Diabetes Melitus
    1. 4Life Transfer Factor Advance Tri-Factor Formula [ diminum & ditaburkan ]
    2. 4Life Transfer Factor Glucoach [ di minum ]
    Jika kadar gula darah sudah mencapai kondisi  normal, cukup mengkonsumsi dengan sesuai dosis botol.

    Tanda-Tanda Penyakit Diabetes Melitus
    1. Rasa haus yang berlebihan.
    2. Sering buang air kecil yang berlebihan (dengan volume besar)
    3. Cepat merasa lelah/kekurangan energi
    4. Infeksi di kulit
    5. Penglihatan menjadi kabur (Buta Ayam)
    6. Turunnya berat badan (pada sebagian penderita)
    7. Hyperglaisimia (Peningkatan abnormal kandungan gula dalam darah)
    8. Glaikosuria (glukosa dalam urine – air kencing)
    cici-ciri Penyakit Diabetes Melitus diatas adalah menandakan bahwa sistem kekebalan tubuh/sistem imun anda sudah mulai melemah, apa yang harus kita lakukan :
    1. Periksakan diri anda ke dokter & tes Laboratorium
    2. Perbanyak olahraga
    3. Kurangi mengkonsumsi gula
    4. Cukup tidur
    5. Kontrol gula darah secara teratur
    6. Makan dengan gizi seimbang dan terencana
    7. Tidak merokok
    8. Hindari bekerja terlalu berlebihan, atau
    Anda bisa mengkonsumsi produk suplemen kesehatan yang aman untuk di konsumsi seperti 4Life Transfer Factor Glucoach

    TRANSFER FACTOR GLUCOACH :MEMBANTU MENSTABILKAN KADAR GULA DARAH & MEMBERSIHKAN KUMAN-KUMAN YANG ADA DI PANKREAS SERTA MEMBANTU PANKREAS UNTUK MEMPRODUKSI INSULIN SECARA NORMAL

    Jika kadar gula darah sudah mencapai kondisi  normal, cukup mengkonsumsi dengan sesuai dosis botol.

    Penyakti Alergi

    Penyakit Alergi , alergi pada anak, alergi debu, alergi makanan adalah termasuk dalam gangguan penyakit autoimun yaitu kegagalan fungsi sistem kekebalan tubuh yang membuat badan menyerang jaringannya sendiri.
    TF Advance Membantu mengatasi masalah penyakit alergi anda TF Advance Membantu mengatasi masalah penyakit alergi anda Alergi merujuk pada reaksi berlebihan oleh sistem imun kita sebagai tanggapan pada kontak badan dengan bahan-bahan asing tertentu. Berlebihan karena bahan-bahan asing ini umumnya dipandang oleh tubuh sebagai sesuatu yang tidak membahayakan dan tidak terjadi tanggapan pada orang-orang yang tidak alergi. Tubuh-tubuh dari orang-orang yang alergi mengenali bahan asing itu dan sebagian dari sistim imun diaktifkan. Bahan-bahan alergi disebut “allergens“. Contoh-contoh dari allergens termasuk serbuk sari, tungau, jamur-jamur, dan makanan-makanan. Untuk mengerti bahasa alergi adalah sangat penting untuk mengingat bahwa allergens adalah bahan-bahan yang asing terhadap tubuh dan dapat menyebabkan reaksi alergi pada orang-orang tertentu.
    Ketika allergen bersentuhan dengan tubuh, dia menyebabkan sistem imun untuk mengembangkan reaksi alergi pada orang yang alergi terhadapnya. Ketika anda bereaksi secara tidak sesuai pada alergen yang umumnya tidak berbahaya pada orang-orang lain, anda mempunyai reaksi alergi dan dapat dirujuk sebagai alergi atau atopik. Oleh karananya, orang-orang yang cenderung mendapat alergi disebut alergi atau atopik.
    Dokter anak austria bernama Clemens Pirquet (1874-1929) pertamakali menggunakan istilah alergi. Ia merujuk pada kedua imunitas yang menguntungkan dan hipersensitifitas yang berbahaya sebagai alergi. Kata alergi berasal dari kata-kata Greek “allos,” yang berarti berbeda atau berubah dan “ergos,” berarti bekerja atau beraksi. Alergi secara garis besar dirujuk sebagai “reaksi yang berubah”. Kata alergi pertama kali digunakan pada tahun 1905 untuk menggambarkan reaksi-reaksi yang merugikan dari anak-anak yang diberikan suntikan-suntikan berulang dari serum kuda untuk melawan infeksi. Tahun berikutnya, istilah alergi diusulkan untuk menerangkan kereaktifan yang berubah yang tidak diharapkan ini.
    Fakta-fakta Alergi :
    •  Diperkirakan sekitar 50 juta penduduk Amerika dipengaruhi oleh kondisi-kondisi alergi.
    • Biaya dari alergi di Amerika adalah lebih dari US$ 10 milyar setiap tahunnya.
    • Alergi rhinitis (alergi hidung) mempengaruhi sekitar 35 juta penduduk Amerika, 6 juta darinya adalah anak-anak.
    • Asma mempengaruhi 15 juta penduduk Amerika, 5 juta darinya adalah anak-anak.
    • Angka dari kasus-kasus asma berlipat ganda selama 20 tahun terakhir.

    CARA MENGOBATI ALERGI DENGAN TRANSFER FACTOR
    Rahasia perawatan penyakit alergi, ternyata ada di dalam susu awal sapi & inti kuning telur ayam, karena di dalamnya terdapat molekul Transfer Factor yang berfungsi sebagai molekul pintar pendidik sistem imun yang merupakan karunia Tuhan yang dapat di buktikan oleh sains.
    Penyakit Alergi adalah termasuk dalam gangguan penyakit autoimun yaitu kegagalan fungsi sistem kekebalan tubuh yang membuat badan menyerang jaringannya sendiri.
    Transfer Factor Advance membantu menenangkan penyakit autoimun seperti alergi, penyakit autoimun tidak bisa di sembuhkan tetapi dapat di tenangkan & di kurangi gejalanya, yang mengobati penyakit alerginya bukanlah TF tapi sistem kekebalan tubuh kita sendiri dengan bantuan TF
    Transfer Factor di ekstrak dari susu awal sapi & inti kuning telur ayam, TF tidak mengandung susu & telur.
    Dosis penggunaan Transfer Factor untuk pengobatan penyakit alergi :
    Dosis normal : 2-3 kapsul sehari
    Dosis pengobatan alergi : 6-9 kapsul sehari
    Transfer Factor  aman di konsumsi oleh  anak-anak sampai orang dewasa.

    Transfer Factor untuk Anak-anak

    Fakta:
    • Anak-anak memiliki system imun yang masih lemah dan mudah terserang infeksi yang di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari sekolah.
    • Anak-anak banyak sekali mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi,dan memiliki asupan yang rendah terhadap nutrisi yang penting untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.
    • Anak-anak mendapatkan infeksi dari lingkungan rumah dan sekolah.
    • Infeksi telinga yang meningkat membuat penggunaan antibiotic dosis tinggi meningkat pada anak-anak.
    • Penggunaan antibiotic yang berlebihan pada anak-anak menyebabkan system imun tidak bekerja optimal,dan membuat tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotic meningkat.

    Transfer Factor adalah alami,aman ,tidak menimbulkan efek samping,dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari transfer factor di dalam kehidupan mereka.

    Dr.David Markowitz,seorang dokter spesialis anak melakukan penelitian selama 12 bulan terhadap transfer factor menemukan dari 88 anak yang mengkonsumsi transfer factor 2 cap per hari selama 8 bulan,didapatkan 74% penurunan jumlah penderita penyakit,dan 84% penurunan dalam penggunaan antibiotic pada anak-anak yang sakit.yang terpenting bahwa tidak ditemukan adanya efek samping pada anak-anak,Dr David mengindikasikan terjadi penghematan lebih US$25.000 oleh group yang mengkonsumsi transfer factor dalam hal perawatan rumah-sakit,kunjungan dokter dan biaya pengobatan.

    Mengapa Anak-Anak Menbutuhkan Transfer Factor
    • Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatan
    • Transfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.
    • Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak.
    • Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.
    • Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .
    • Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.

    Transfer Factor pada Anak-Anak, Hepatitis, HIV

    “SETIAP ORANG di dunia memerlukan immune support and balancing – dan produk-produk ini punya kemampuan untuk mencapai maksud tersebut. Bayangkan lagi dunia dengan semakin berkurangnya kasus-kasus penyakit jantung, keganasan/kanker, penyakit infeksi, penyakit autoimun, alergi, asma; semua terjadi karena manusia tidak memiliki kekuatan, sistem imun yang sehat. Bayangkan terjadinya peningkatan kualitas hidup, berkurangnya peperangan dan stress terhadap penyakit, efeknya terhadap biaya perawatan, biaya rumah sakit, biaya asuransi, dan konsekuensi-konsekuensi lainnya.”

    Tidak ada yang lebih penting bagi kami daripada anak-anak kita sehat dan gembira. Mereka adalah orang-orang yang paling berharga dalam hidup kita. Kami hanya ingin memberikan mereka yang terbaik yang dapat membantu mereka tumbuh sehat dan kuat. Terutama sejak kita hidup dalam dunia yang semakin hari semakin banyak tantangan terhadap kesehatan. Anak-anak lebih rentan terhadap colds, flu, infeksi telinga, stress, dan penyakit serius lainnya daripada orang dewasa, karena sistem imun mereka blum berkembang sempurna. Sering kali kala mereka bermain, memegang dan berkecimpung dengan benda-benda kotor yang dapat mempengaruhi kesehatan mereka. Mereka bisa saja menyentuh binatang, mainan, uang, dan objek lainnya. Mereka bermain dalam kotak pasir, kolam renang, dan dengan anak-anak lain yang mungkin menderita sakit. Dengan begitu banyak tantangan kesehatan di luar sana, tidak mengherankan jika ibu dan dokter anak di mana saja sangat tertarik dengan Transfer Factor Kids. Transfer Factor Chewable dengan Multi-vitamins and Minerals. Transfer Factor Kids adalah suplemen peningkat kesehatan terbaik yang pernah ada untuk anak-anak.

    Transfer Factor dan Aplikasi Klinisnya

    Transfer Factor (TF), Faktor imun utama pada kolostrum dapat menjadi senjata utama tubuh kita menangkal patogen. Transfers factor melatih dan mendidik secara terus menerus sistem imun. 

    H.S Lawrence menemukan Transfers Factor pada tahun 1949. ketika ia berhadapan dengan masalah penyakit tuberculosis (TBC). Apa yang ia coba temukan adalah keberadaan componen darah yang dapat membawa sensitifitas Tubercular dari seseorang yang telah sembuh dari TBC ke orang yang belum terkena.Transfusi darah secara keseluruhan dapat dilakukan, tapi hanya pada orang yang mempunyai golongan darah sama. Lawrence pada awalnya hanya memisahkan sel-sel imun darah, sel limfosit atau sel darah putih, dari seluruh komponen darah, kemudian ia memecah limfosit menjadi beberapa ukuran. Apa yang ia temukan adalah molekul terkecil yang dapat mentransfer sensitifitas Tuberculin pada pasien sehat lain, molekul inilah yang dinamakan Transfers Factor.

    Transfers Factor adalah molekul kecil berukuran 3,500-6,000 kDa berat molekul,terdiri dari oligoribonucleotides yang melekat pada peptida.Dahulu molekul ini hanya didapat dari proses dialisa (pemecahan) sel darah putih.tapi sekarang dapat disarikan dari bovine colostrum.

    Mereka diproduksi oleh sel limfosit-T dan dapat mentransfer kemampuan untuk mengenal pathogen kepada sel yang belum pernah kontak dengan pathogen tersebut (fungsi memori).

    Mereka juga memperkuat kemampuan system imun untuk bereaksi (fungsi inducer/merangsang) terhadap pathogen. Transfers factor memungkinkan sel-T lebih mengenal terhadap pathogen. Di sisi lain.Transfers factor bisa bertindak sebagai produk gen yang membantu sel-T lain menyerang (1)

    Fungsi perangsangan /inducer transfers factor menghubungkan sel-sel imun berikatan dengan antigen,sehingga meningkatkan reaksi stimulus terhadap antigen. Fungsi supresi menahan reaksi berlebihan sel-T(2) dan memberi tanda pada sel untuk menurunkan respon imunnya. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya alergi atau kondisi autoimune.

     Peranan sel TH1,TH2

     Sebelum kita mengerti kegunaan atau fungsi / fungsi transfers factor sangat penting bila kita mengerti dulu tentang paradigma sel TH1/helper/TH2 helper.

     Sel limfosit T-helper berkembang menjadi 2 jenis sel:
    1. Sel TH1,mengatur imunitas seluler (cell-mediated immune),memproduksi:cytokines:IL2, IFN-gamma,and TNF-alpha.
    2. Sel TH2 cell,mengatur imunitas humoral,atau produksi antibody. memproduksi:IL-4,IL-5,IL-6,IL-10,and IL-13.jika anda telah mengerti dan familiar dengan keadaan fenotip dominan TH1/TH2 pada seseorang,anda dapat lebih mudah mengidentifikasi kondisi  tubuh atau kondisi penyakit pada seseorang dan membuat terapi yang tepat.
    Respon Sel imun seluler atau sel T-h1 helper sangat penting terhadap kemampuan tubuh untuk mempertahan diri terhadap berbagai serangan virus, jamur, parasit, kanker,dan organisme intraselular. imunitas seluler dapat dites dengan:
    1. Skin test-delayed hypersensitivity skin testing
    2. Response to non-specipic mitogens. such as phytohemagglutinin(PHA),  concavalina,tetanus,or pokeweed mitogens;
    3. Response to specipic mitogens,such as diptheria,tetanus,or candida;
    4. response to alloantigens-mixed lymphocyte reaction;
    5. T cell subsets
    6. IL2R
    7. NK cell level
    8. NK cell activity
    9. IL1 assay; and 10.IL2 and interferon gamma,and other cytokines
    10. Response to specific mitogen

    Jika seseorang seseorang berada pada posisi dominan TH2, dimana terjadi penurunan imunitas selular dan penguatan imunitas humoral, maka yang terjadi adalah:
    1. Allergies
    2. Chronic sinusitis
    3. Atopic eczema
    4. Asthma
    5. Systematic autoimmune conditions such as lupus erythematosus and mercury - induced autoimmunity
    6. Vaccination-induced state
    7. Certain cases of autism
    8. Hyperinsulinism
    9. Pertussis vaccination
    10. Malaria
    11. Helminth infection
    12. Hepatitis C
    13. Chronic giardiasis
    14. Hypercortisolism
    15. Chronic candidiasis
    16. Cancer
    17. Viral infenctions
    18. Ulcerative colitis                              
    Pada kondisi dominant-TH1,kondisi yang timbul adalah:
    1. Diabetes type 1
    2. Multiple sclerosis
    3. Rheumatoid arthritis
    4. Uveitis
    5. Chrohn's disease
    6. Hashimoto's disease
    7. Sjogren's syndrome
    8. Psoriasis
    9. Sarcoidosis
    10. Chronic Lyme disease
    11. H.pylori infections
    12. E.histolytica
    Pada kondisi hamil terjadi kondisi -TH2.Hal ini sangat baik untuk kondisi kehamilan. Bila berada pada kondisi dominant-TH1,atau respon imunitas seluler lebih dominan akan menginduksi terjadinya penolakan terhadap fetus dan plasenta.(3)Karena reaksinya yang menstimulasi respon TH1 dalam banyak kasus,transfers factor sebaiknya tidak digunakan selama kehamilan normal. Penyakit autoimun tertentu ,seperti multiple sclerosis dan rheumtoid arthritis,yang terjadi pada kondisi dominant-TH1,akan membaik selama kehamilan.(4)

    TRANSFER FACTOR pada kondisi kehamilan
    • HPV infections
    • Chronic vaginitis
    • Chronic candidiasis
    • Gynecologic cancer
    • Genital herpes
    Kondisi dominan-TH1 secara umum tidak dapat ditolong oleh transfer factor.Namun beberapa penyakit seperti rheumatoid arthritis,multiple sclerosis,dapat timbul sebagai akibat adanya infeksi atau reaksi terhadap patogen.jika respon TH1 tidak cukup adekuat untuk mendorong system imun menyerang mikroba,maka transfer factor akan meningkatkan proses penyerangan tersebut dan sangat efektif pada kasus kasus tertentu.Secara klinis hal ini dapat terjadi pada kasus kasus seperti:Crohn's disease,mutiple sclerosis,and Chronic Lyme disease, dimana terjadi kondisi dominant-TH1.

    Transfer factor dapat meningkatkan fungsi imunitas seluler atau mendorong terjadinya kondisi TH2 menjadi  TH1 .Hal ini sangat berguna pada keadaan dominan-TH2.Secara normal pada saat terpapar bakteri dan infeksi pada masa kanak kanak yang ada pada kondisi dominant-TH2,maka kondisi TH1 akan ditingkatkan sehingga kemudian terjadi keseimbangan TH1/TH2.(5)Jika kondisi dominan-TH2 tetap terjadi,akan mengakibatkan terjadinya atopic,atau keadaan alergi. Kita melihat hal ini dengan semakin banyaknya tingkat kejadian allergic symptoms, postnasal drip, asthma,dsb

    Cancer,Cell-mediated Immunity (TH1),and Transfer factor

    Karena kanker berhubungan dengan kondisi defisiensi / penurunan  kondisi TH1, Tranfer Factor harus dipertimbangkan pada terapi peningkatan imun pasien kanker.Faktor-faktor yang dapat menurunkan imunitas seluler/TH1 dan terjadi peningkatan dominant-TH2 adalah:umur perawatan kanker yang sitotoksik,sterss setelah pembedahan,penyakit metastatis,dll.(6)Cell mediated immunity (CMI) dapat menjadi prediktor tingkat morbiditas dan mortalitas pada usia diatas 60 tahun.Pada pasien dengan liver metastses atau colon recta carcinoma,CMI adalah factor prediksi seseorang dapat bertahan atau tidak.(7)Penurunan imunitas seluler seiring dengan peningkatan sirkulasi imun kompleks,mengindikasikan buruknya prognosis pada pasien kanker.(8) Penelitian menunjukkan bahwa pada pasien dengan penderita kanker kulit multiple terdapat kerusakan/penurunan CMI.(9)Pada penelitian pasien kanker rahim,yang dibandingkan dengan grup kontrol,mereka yang menjalani kemoterapi mengalami penurunan pada parameter imunnya (seperti,penurunan cell-mediated immunity),sementara grup yang menerima immunotherapy (dalam hal ini,thymopeptin)parameter imunnya berada dalam batas normal.(10.11)

    Penurunan imunitas pada pasien kanker,menyebabkan mereka mudah terkena infeksi oleh berbagai virus,seperti herpes zoster and cytomegalovirus (CMV).Infeksi terjadi sebagai akibat dari therapi cytotoxic therapy dan defiensi imunitas seluler/TH1.(12)kondisi dominant-TH1, ditandai dengan peningkatan jumlah IL-2 and IFN-gamma,bertindak sebagai stimulator imun dan membatasi pertumbuhan tumor.Sebaliknya,kondisi dominant-TH2, ditandai dengan IL-4 dan IL-10 cytokines,bertindak sebagai penghambat imun dan memstimulasi pertumbuhan tumor. Perkembangan HIV menjadi infeksi HHV8 disertai Kaposi sarcoma,ulcerative colitis, berkembangnya kanker kolon,obesitas,dan peningkatan kejadian terjadinya karsinoma, semuanya adalah berhubungan dengan peningkatan kondisi TH2(dan penurunan kondisi TH1), Studi menunjukkan bahwa pergeseran kondisi menjadi dominant-TH2 terjadi sebelum transformasi kanker.Ketika sel kanker tumbuh,sel menjadi semakin hypoxic,Hal ini menyebabkan imunitas seluler lebih tertekan dan terjadi penurunan daya tahan.Studi menunjukkan bahwa respon imán TH2 berhubungan dengan kondisi proangiogenesis yang menfasilitasi pertumbuhan kanker.(13)

    Transfer factor menunjukkan kemampuan memperbaiki Imunitas seluler pada pasien yang mengalami penurunan imunitas.(14)Karena Transfer faktor dapat meningkatkan imunitas seluler atau TH1,maka ia sangat menolong pada kondisi seperti ini.Sebagai contoh,denganmemerintahkan cell-mediated immunity melawan penggangu dan antigen spesipik pada jaringan prostate, Transfer Factor sangat efektif pada perawatan kanker prostate yang sudah metastatis pada stadium D3 hormone-unrensponsive.Followup menunjukkan peningkatan rata-rata hidup pada 50 pasien,dengan penyembuhan total pada 2 pasien,kemungkinan sembuh pada 6 pasien, dan tidak terjadi metastatis pada semua pasien.(14.15)Pengunaan Transfer factor menunjukan perbaikan pertahanan sebagai suatu hal penting untuk menghentikan perkembangan sel kanker.(16)

    Sebelum transfer factor dapat diekstrakdari kolostrum,ia hanya dapat diperoleh dari hasil dialisa leukosit(DLE=dialyzed leukocyte extract).Pada literatur dikatakan bahwa DLE antigen tertentu telah digunakan untuk berbagai kondisi infeksi virus,kondisi autoimun,dan kanker hati tertentu. Telah ditemukan bahwa DLE menfasilitasi imun untuk menjadi antigen tumor.It has been found that DLE facilitated immunity to tumor associated antigen.Fudenburg menunjukkan bahwa transfer factor dari donor terpilih dapat meningkatkan respon awal sel pada pasien osteogenik sarcoma.

    Salah satu faktor yang melemahkan sel imun pertahanan awal tubuh kita adalah lingkungan (seperti bahan kimia atau polusi logam berat).Penelitian telah menunjukan bahwa pemaparan dalam waktu lama oleh polychorinated hydrocarbons dapat menekan proses fagositosis, penurunan NK sel,dan penurunan respon limfosit pada tikus.(17) berakibat pada penurunan pengaturan sisem imun,dengan respon TH2 yang lebih dominan,terjadi bila terpapar  dengan merkuri.Sehingga TH1 tidak membaik,meningkatkan kasus terjadinya kanker hingga penyakit autoimun.(18)

    Viral infection [ infeksi virus ]

    Dalam pengobatan dewasa ini,kita melihat meningkatnya permasalahan dengan infeksi virus seperti otitis media,cacar,infeksi kronis,Epstein-Barr virus (EBV),CMV acquired immunodeficiency syndrome (AIDS),hepapatitis,dan West Nile virus.Kita menggunakan berbagai  perawatan beragam.mulai dari interferon hingga azidothymidine(AZT),rivabirin,and relenza. Walaupun dengan semua senjata imun tehnologi tinggi telah digunakan,kita masih sering cala perang dengan virus-virus tersebut.

    Pada terapi infeksi virus,transfer factor menyediakan modal dasar yang bekerja pada tingkat yang paling dasar dan utama.Transfer factor dapat menginduce interferon pada pasien dengan infeksi virus.(19)

    Infeksi virus mengindikasikan peningkatan kondisi TH2 dan penurunan kondisi TH1,hal yangsama juga terjadi pada infeksi jamur,parasit dan penyakit kanker.Infeksi bakteri jugaberhubungan dengan penurunan kondisi dominant-TH2.

    Dengan merangsang TH1,transfer factor sangat menguntungkan pada perawatan pasien hepatitis. Pada hepatitis C,kondisi dominant-TH2 berperan penting dalam perkembangan hepatitis kronis. (20.21)Studi menunjukkan pasien cacar dan komplikasinya telah sukses berhasil disembuhkan dengan non-specipic tranfer factor.Gejala dapat dihilangkan dalam waktu 24 jam tanpa efek samping.(22)

    Satu teori mengatakan bahwa satu mekanisme yang terlibat pada kelainan autisme adalah ketidakseimbangan imun terhadap pole imunitas TH2,sebagai hasil dari vaksinasi (measles.mumps,and rubella).Akhir-akhir ini dilakukan studi untuk mengujicoba efektifitas transfer factor sebagai modular imun pada kelainan autisme ini

    Telah diketahui bahwa virus sangat berperan pada etiologi Otitis media akut ( AOM=acute otitis media ) pada anak-anak.Pada studi tentang AOM,75% anak-anak positif menderita virus seperti respiratori syncytial virus (RSV),para influenza dan influenza,dan 48% memiliki virus penyebab pada efusi telinga tengah.(23) Virus-virus ini bekerja sebagai pendahulu dari infeksi bakteri spesipik AOM.(24) Terjadi hasil yang sangat bagus pada perawatan awal dan pencegahan otitis media dengan menggunakan transfer factor.

    Beberapa persen penderita asma memiliki gejala infeksi pernapasan,kebanyakan akibat dari infeksi virus.Studi penggunaan transfer factor pada pasien asma menunjukkan bahwa sekitar 50% pasien dapat menghentikan penggunaan steroidnya,dan separuhnya lagi dapat menurunkan dosis penggunaan steroidnya. Secara umum,terjadi penurunan biaya rumah sakit.Penggunaan transfer  factor memperbaiki imunitas selular. Tidak terjadi efek samping dan reaksi alergi.(25)

    Dalam kasus-kasus alergi,Kahn melaporkan peningkatan kejadian infeksi,seperti para influenza virus,syncytial virus,adeno virus,etcsebagai faktor predisposisi pada anak-anak penderita asma. Ditemukan juga bahwa anak dengan asma punya kecenderungan cepat terkena infeksi.(26) 12 dari 15 anak mengalami ketidaksempurnaan pada imunitas sel-T,walau beberapa diantaranya tidaklah parah.(27) Hal ini harus menjadi perhatian bahwa fungsi sel mediated imun yang tidak  sempurna menjadi faktor pada penyakit-penyakit virus.

    Telah diteliti bahwa wanita dengan infeksi human papillonia(HPV) memiliki ketidaksempurnaan mekanisme proteksi dari cell-mediatd immunity.(28) Keadaan perubahan kondisi dominant-TH1 ke TH2 dalam pola cytokine berhubungan dengan semakin parahnya infeksi HPV.Peningkatan masalah gynecological ditemukan sebagai penyebab kedua pada infeksi HPV. Potensi Transfer factor pada infeksi HPV prlu digali lebih lanjut.

    Chronic infection [ infeksi kronis ]

    Transfer factor juga dapat memperbaiki kerusakan sistem imun yang terjadi akibat infeksi kronis. Berapa banyak praktisi yang melihat scenario sbb: seorang datang dengan bronchitis atau tonsilitis yang berulang (rekuren),yang ia derita sejak bayi,sehingga perlu terapi antibiotik secara berkala/berulangkali. Hal ini akan menimbulkan gejala kandidiasis kronik. Riwayat ekstrim kronis atau alergi sering juga ditemukan.Tes iumnologi atau tes kulit menunjukkan kekurangan pada  cell-mediated immunity,tapi bukan kerusakan.Grohn melaporkan pada beberapa kasus dan memperoleh hasil bahwa perawatan berhasil sukses dengan transfer factor.(29) Disini kita dapat melihat bahwa transfer factor sangat menolong untuk mengatasi kondisi dominant-TH2, alergi,kandidiasis kronis dan eksim.

    Transfer factor dapat menghilangkan kasus-kasus yang rekuren,non-bacterial cysitis (NBRC), kala perawatan dengan antibiotik dan obat-obatan non steroid tidak berhasil.(30) Berbagai studi menunjukkan hasil positif dengan transfer factor pada chronic mucocutaneous candidiasis.(31)

    The Treatment

    Therapi pada transfer factor tergantung pada dosis yang digunakan.Pada infeksi virus biasanya dimulai dengan 3 kapsul 3 kali perhari.Dosis kemudian dapat diturunkan menjadi 1 kapul 3 kali perhari.Dosis ini dipertahankan pada kasus-kasus infeksi virus kronis,infeksi herpes kronis,chronic fatigue secondary to CMV or EBV,chronic cold,dan kasus resistensi jika ada infeksi virus berlebihan,dosis dapat ditingkatkan menjadi 3 kapsul 3 kali perhari.Biasanya,pasien melaporkan penurunan kecenderungan terhadap cold,penurunan gejala terhadap hidung (seperti, postnasal drip and chronic sinus symptoms).

    Pada kondisis alergi,dewasa mulai dengan 2 kapsul 3 kali perhari,meningkat menjadi 3 kapsul 3 kali perhari jika gejala bertambah buruk.Dosis kemudianditurunkan menjadi dosis maintenance seiring dengan penurunan gejala.

    Pada kasus chronic fatigue syndrome,pasien mulai dengan 3 kapsul 3 kali perhari.Dosis dapat  ditingkatkan tergantung respon orang tersebut.Dosis 4-5 kapsul 3 kali dapat diterapkan pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan/atau radioterapi yang mengalami penurunan fungsi imun seluler.

    Transfer Factor for Immune Disorders
    • cancer
    • autoimmune states,e.g,lupus and ulcerative colitis
    • Chronic fatigue
    • Lyme disease (certain subsets)
    • EBV,CMV,HHV6,and other viral infections
    Tes-tes fungsi imun dapat dilakukan, terutama tes penentuan CMI,dapat dilakukan untuk menentukan dosis. Dapat juga untuk menentukan jumlah cytokine, menentukan IL-2,IL-4,IFN-U, IL-10 dsb.Peningkatan jumlah IL-2 dan interferon gamma akan mengindikasikan kondisi predominant-TH1, sementara peningkatan jumlah IL-4dan IL-10 akan mengindikasikan kondisi dominant_TH2.Aktifitas sel NK,yang biasanya turun pada kasus-kasus kanker,akan meningkat dengan pengunaan Transfer Factor ,dan dapat diukur secara periodik.
    Pada kasus anak-anak yang sering mengalami serangan virus, asthma, allergic, chronic sinus symptoms, and chronic candida symptoms, dosis awal sebagai berikut:
    • Under 1 Year:1/2 capsule a day ( 200mg of transfer factor per capsule ).
    • 1-5 Years :1/2 capsule a day
    • 6-12 Years :1 capsule 2 times a day
    • Over 12 Years :1 capsule 3 times a day
    Dosis diatas adalah dosis awal;dosis dapat dinaikkan bertahap tergantung tingkat keparahan penyakit. Biasanya,pada saat pasien memulai mengkomsumsi transfer factor,dapat merasakan gejala seperti flu (flu-like symptoms),mual,atau gejala pada saluran pencernaan. Karena Transfer Factor adalah peptide kecil dan tidak mengandung protein susu,reaksi alergi sangat jarang terjadi.

    Gejala-gejala tersebut biasanya diklasifikasikan mekanisme Jared Herxheime dan  kemungkinan timbul sebagai reaksi awal transfer factor pada usus atau pathogen sistematik. Bila pasien diinformasikan tentang gejala yang mungkin timbul,maka mereka akan terus melanjutkan perawatan.

    Transfer factor in Petiatric Practice
    • Chronic pharyngitis
    • Eczema
    • Allergies
    • Asthma
    • Food allergies
    • Autism (certain subsets)
    • Prevention of vaccination TH2  states
    • Chronic infection
    • Thrush and candidiasis
    • Otitis media
    Transfer Factor for Immune Disorders
    • Cancer
    • Autoimmune states: lupus and ulcerative colitis
    • Chronic fatigue
    • Fibromyalgia
    • Lyme disease (certain subsets)
    • EBV,CMV,HHV6, and other viral infections
    Transfer Factor dan Terapi Alternative Lainnya

    Pada kasus-kasus komplikasi imun atau pada perawatan kanker, sangat bermanfaat untuk menambah suplemen jenis herbal dan nutrisi lain untuk meningkatkan efek stimulasi imun. Faktor - faktor tambahan ini akan mempertajam kenaikan sel NK, meningkatkan fagositosis, meningkatkan pematangan sel-T,meningkatkan imun secara keseluruhan,dan mempercepat reaksi beruntun penghancur toxin.Bahan-bahan yang dapat memperkuat kerja transfer factor termasuk diantaranya adalah hymic protein factor,herbal China (seperti astragalus,cordyceps, shiitake,maitake,dan reishi).inositol hexaphosphate,melatonin,1-3 glucan,glutathione,and antioksidan lainnya. VitaminA,D, and B6 menaikkan pola TH2,sementara vitamin E,C dan folate menaikkan produksi TH1.(39)Vitamin B12 menekan respon TH1.(40) Sebagai tambahan, akupuntur ditemukan juga dapat meningkatkan jumlah perimeter imun CMI CMI.Levels of CD 3+, CD 4+,CD 4+/CD8+,and beta-endorphis ditemukan peningkat pada penderita tumor ganas setelah perawatan dengan akupuntur.(41)

    Thymic factors menyebabkan pematangan sel-T dan meningkatkan cell-mediated immunity.

    Namun Transfer factor jauh lebih efektif pada posr-thymic cells.Bagaimanapun keduanya,thymic factor and transfer factor direkomendasikan untuk terapi immunodeficiency.(42,43) Studi baru - baru ini oleh Dr.D.See menunjukkan bahwa transfer factor meningkatkan aktivitas sitotoksik sel NK,seperti echinacea,acemannan, 1-3 beta glucan,IP-6,and certain Chinese mushrooms. Kolostrum memiliki 1/4 potensi.Parameter imun lainnya,seperti fungsi sel-T dan tes imunitas seluler,tidak dilakukan pada studi ini.(44)

    Kesimpulan

    Fungsi sistem imun adalah pusat/jantung dari meningkatnya infeksi dan kelainan immunologi yang ditemukan pada praktek klinik. Melalui bahan dan aktifitasnya,Transfer Factor amat sangat berguna, relative tidak ada resiko dan terapi yang paling penting untuk perawatan dalam melemahnya kondisi cell-mediated atau TH1. Pikirkan dari sisi pontesial kegunaanya pada penyakit-penyakit seperti cancer, chronic fatigue, viral infectios, allegies, fungal infections, chronic infections, and autoimmune diseases.

    Mempertimbangkan fakta ini, kami yakin kekuatan imun yang diberikan oleh produk Transfer Factor 4life berasal dari kemampuan transfer factor itu sendiri, bukan dari molekul-molekul penyertanya. Selanjutnya, mereka penderita kanker tidak perlu khawatir tentang adanya pertumbuhan sel-sel kanker yang tidak diinginkan kala mengkomsumsi produk Transfer Factor 4life. Sebaliknya, telah banyak orang yang melaporkan produk Transfer Factor 4life sangat menolong mereka dalam mensupport system imun kala mereka berperang melawan kanker."

    Molekul Ajaib - Mengakali Berbagai Penyakit Membuka Kunci Transfer Factor di Abad ke-21

    Menurut U.S. News Online, bahkan sejak tahun 40-an, para ilmuwan tahu bahwa semakin banyak penggunaan antibiotik, semakin cepat antibiotik itu menjadi tidak berguna. Sebagian besar bakteri memang dapat dibunuh dengan antibiotik, tapi beberapa dapat selamat dan bermutasi – lalu menjadi kebal pada antibiotik tersebut (resisten). Antibiotik juga hanya dapat digunakan dalam pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan tidak berguna sama sekali dalam penanganan virus atau infeksi lain yang disebabkan oleh virus.
    Semakin jauh di masa depan, semakin besar kebutuhan kita akan ‘kekuatan super’ alami seperti transfer factors. Transfer factor untuk memperkuat sistem imun diekstrak dari kolostrum sapi dengan cara yang sudah dipatenkan. Transfer factor ini dapat memberi kita informasi tentang semua penyakit-penyakit yang telah ‘dikalahkan’ oleh sistem imun si sapi, termasuk yang masih asing bagi kita. Suplemen ini memberi kita keuntungan yang unik dalam kancah perang melawan penyakit.
    Saat kita memasuki abad ke-21, dapat dipastikan transfer factor akan menjadi yang terdepan dalam penemuan-penemuan dalam bidang bioteknologi, meningkatkan kesehatan dan umur panjang dengan cara yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.